welcome to rumahpenuhcokelat,,

ini adalah ruanganku, ruang terkecil yang menyimpan banyak cerita.. dan semuanya ingin kubagi dengan kalian ^^
i love chocolate..

Rabu, 27 Oktober 2010

23 September 2010, Aku Lupa dan Melewatkan Ulangtahun Mama :'-(

Jika Tuhan adalah pemberi nyawa kepada semua manusia, maka Mama adalah pemberi nyawa pada seluruh sekat ruang di jiwaku. Mama adalah sosok wanita tegar dan sangat cantik dari dulu hingga sekarang (setidaknya dimataku dia begitu sempurna). Mama itu..wanita pembela saat aku cengeng dijahili teman sekolah ketika SD, wanita pemberi maaf saat aku nakal dan keluar sore-sore karena naksir teman sebaya, wanita pelindung saat aku hilang arah dan tak bisa menahan airmata saat disakiti oleh oranglain. Persisnya, aku menganggap mama adalah SUPERHERO, WONDERWOMAN, MALAIKAT, PEMBERI HIDUP DALAM JIWA (tentunya setelah Tuhan yang memberikan hidup pada ragaku).

Sore itu aku meninggalkan Mama sendiri di rumah, karena Bapak akan bekerja hingga malam dan aku harus kembali ke Bandung untuk kuliah karena liburan panjang telah berakhir. Tanggal 19 September 2010 tepatnya, 4 hari sebelum ulangtahun Mama aku harus rela meninggalkan rumah sederhana yang hanya ditinggali oleh kami bertiga. Berat rasanya harus pergi dan kembali menjalani rutinitas seperti biasa, akhirnya aku benar-benar rela untuk berangkat ke Kota Bandung.

Senin pagi setelah tiba di kosan, aku mendadak sakit. Gilang (laki-laki yang 4,5 tahun ini selalu menemaniku) mengantarkanku ke dokter. Aku harus istirahat 3 hari dan tentu saja aku tidak bisa masuk kuliah. Aku mengabari Mama dan Bapak di rumah, mereka khawatir walaupun aku bilang kondisiku sudah cukup membaik. Tanggal 22 September 2010, Mama dan Bapak tiba-tiba sudah ada di halaman kosan, saat itu pukul 22.00 WIB dan aku masih ditemani Gilang karena rasa khawatir menahan kakinya untuk pergi meninggalkan aku dalam kondisi sakit.

Peluk cium Mama dan Bapak memang obat mujarab, aku merasa agak baikan setelah bertemu mereka. Kami berempat (aku,Gilang,Mama dan Bapak) tidur di kasur yang seadanya karena waktu itu memang sudah larut malam dan kami tak bisa lagi menahan kantuk.
Keesokan harinya adalah hari Kamis, tanggal 23 September 2010, Mama mandi dan bersiap untuk pulang ke Sukabumi. Kami sempat ke ATM yang ada di kampus untuk mengambil sejumlah uang karena Mama dan Bapak akan membeli sesuatu untukku. Mama dan Bapak pulang, aku menjalani aktivitas seperti biasa.

 Beberapa minggu dari tanggal itu aku baru ingat bahwa Gilang sebentar lagi ulangtahun di bulan November, tapi yang lebih menyesakkan dada adalah aku sadar bahwa Mama lah yang lebih dulu berulang tahun daripada Gilang karena Mama lahir di bulan September. Cepat-cepat aku membuka kalender di handphone dan ternyata sekarang sudah bulan Oktober. Aku tak bisa membendung airmata yang hampir jatuh karena merasa bodoh dan merasa telah mengecewakan Mama. Cepat-cepat aku mengetik SMS untuk Mama,

"Ma, maaf telah melewatkan hari spesialmu, maaf karena aku tak ingat dan lupa melihat tanggal saat Mama ulangtahun,, tapi doaku selalu untuk mama dan tidak pernah berhenti mendoakanmu."


Mama membalas,
"Tidak apa-apa sayangku, yang penting Agil menyayangi Mama lahir batin"

Mama memang paling bisa meredakan cemasku, cemas yang ku bangun sendiri karena takut dia terluka aku melupakannya. Setidaknya aku tau, Mama tak pernah meminta yang muluk-muluk, cukup menyayanginya dengan ikhlas maka senanglah batinnya sebagai seorang ibu yang namanya selalu terukir di hati anak kesayangannya. I LOVE U MOM,, :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar