Sebutlah aku sebagai malam
Memiliki kalian sebagai bulan dan bintangnya
Gelap, kelam, hitam, muram
Itulah aku saat sendiri
Aku pasti kesepian dan hanya bergelut dengan awan yang mendadak hitam
Atau tiba-tiba menciut saat hujan deras dan badai datang saat aku mulai menampakkan diri dengan petang
Tapi masih ada kalian, memangku aku dalam cahaya bintang atau memercikkan sinar pantulan bulan
Akupun bernafas lega dan nyaman
Memandang bintang yang tak kunjung lelah meninabobokan aku dalam ayunan
Memandang bulan yang berpendar pancarkan sinarnya kemerahan
Aku suka, sangat suka dengan kalian
Sampai akhirnya gerhana datang, entah memberi keindahan atau kebutaan
Aku tersentak, membiarkan hatiku luluh lantak
Aku tak bisa memandang bulanku bersinar dengan leluasa
Yang ku tahu pasti bintang merindukan bulannya yang selalu ada untuk kami sebelum gerhana datang.
Kami tak pernah tau ini akan berlanjut sampai kapan
Apakah malam dan bintang pun punya Tuhan???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar