welcome to rumahpenuhcokelat,,

ini adalah ruanganku, ruang terkecil yang menyimpan banyak cerita.. dan semuanya ingin kubagi dengan kalian ^^
i love chocolate..

Jumat, 22 Oktober 2010

(catatan 26 Maret 2010)

(catatan 26 Maret 2010)
 
Astaghfirullah..

Hela nafas ibu itu seakan mengingatkanku pada mama.
Anak yg duduk di sampingnya tak henti mengomel dan ketus didepan wajah ibunya sendiri.
Perkataan baik, dijawab dengan muka sangar.
Pernyataan menghibur, dibalas dengan rengek marah dan luapan emosi.

Angkutan umum ini sudah sesak, tak terbayang rasa sesak sang ibu saat anaknya membentak.
Tepat d hadapanku,
Tepan d hadapan orang banyak.

Seketika hati ini emosi, melihat sang ibu yg tetap tersenyum dan menghela nafas saat si anak marah-marah tak jelas.

Dalam bahasa jawa dia bicara, kurang lebih artinya seperti ini :
'Kalo aq ngambil buku resep itu sekarang, yg ada aq cape. Ga mikir apa?! jalanan dago itu macet kalo jam 6 sore ke atas. Apalagi harus bawa2 3Jinjingan ini.'

Dengan pembawaan tenang si ibu menjawab :
'Yo wis, ojo nesu (yaudah jgn marah).. Biar ibu yg bawa.'

APAAAAAAAAAAAAAAAAA?????!!!!
3 Jinjingan kantong plastik yg besarnya tak kalah besar dengan tubuh tambunnya, dia serah pasrahkan pada ibu yg sudah renta?
Keterlaluan..

Setelah kuhitung, aq beristighfar 11kali..
Ya Allah, terimakasih atas peringatan dan tegurannya.
smoga aku tidak lagi menyakiti hati seorang ibu setelah ini. Amiin.
· · Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar